lintasan untuk melakukan lari estafet kombinasi berjarak titik titik meter

Tekniklari estafet,Cara melakukan lari estafet yang benar,Panjang tongkat lari estafet adalah,Nomor perlombaan lari estafet, Pada titik ini, pastikan ibu jari anda terbuka dan jari - jari anda yang lain dirapatkan. Kita perlu tahu maka lari estafet untuk pelari 4 x 100 meter, proses pergantian tongkat dilakukan dengan jarak 20 meter Caravisual, yakni dengan melihat atau menoleh ke belakang dan cara ini hanya digunakan untuk lari estafet yang berjarak 4×400 meter. Cara non visual, cara ini digunakan dengan tidak melihat atau menoleh ke belakang karena jarak yang dipakai terlalu pendek yakni 4×100 meter. Area Pergantian Tongkat dan Cara Menempatkan Antara Pelari-Pelari Teknikterakhir dalam lari estafet yaitu teknik menerima tongkat. Ada dua cara untuk melakukan teknik ini, yaitu secara visual dan non visual. Berikut penjelasannya. 1. Visual. Cara ini adalah cara menerima tongkat dengan cara melihat atau menoleh ke belakang. Cara ini digunakan untuk lari estafet jarak 4 x 400 meter. Adapunjarak menengah untuk estafet adalah 4×800 m dan 4×1500 m. Sementara dalam jarak jauh, lari estafet maraton diperlombakan pada jarak 42.195 km dengan jumlah peserta 6 pelari setiap regu. Sejarah Lari Estafet. Menurut sejarahnya, lari estafet pertama kali dilakukan oleh suku Aztek, Inka, dan Maya di daerah mereka (sekarang Meksiko). 1Visual : Dengan menoleh atau melihat ke belakang dan ini hanya digunakan untuk lari Estafet yang berjarak 4×400 meter.Non Visual : Cara ini di gunakan dengan tidak menoleh ataupun melihat kebelakang,karena jarak yang di gunakan terlalu pendek yaitu 4×100 meter.Ada ketentuan atau peraturan yang da di olahraga Lari Estafet ini: Site De Rencontres Dans Le Nord. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Pemenang medali emas estafet pada World Orienteering Championship 2008 Estafet atau balapan estafet adalah salah satu cabang olahraga lari dalam kategori atletik yang dilakukan secara beregu dan setiap pelari harus menempuh jarak yang telah ditentukan sebelum memberikan tongkat penyambung ke teman satu tim yang berada di depannya. Proses ini harus diulang beberapa kali hingga sampai pada pelari terakhir untuk secepat mungkin mencapai garis akhir perlombaan.[i] Setiap regu otomatis akan didiskualifikasi apabila salah satu pelari kehilangan tongkat estafet dan menghalangi perpindahan tongkat regu lain saat berlari menuju garis akhir. Regu masih memiliki kesempatan apabila menjatuhkan tongkat dan masih bisa menyerahkannya kembali kepada pelari lain di depannya.[two] Selain kepentingan prestasi atlet, lari sambung juga memiliki tujuan yang baik untuk anak usia dini antara lain untuk melatih ketangkasan, melatih meningkatkan koordinasi, melatih kecepatan, melatih sikap kerja sama, melatih kelincahan. Dengan demikian bermain estafet apabila dikembangkan sangat memiliki banyak manfaat untuk anak-anak baik dalam menjalankan aktivitas belajar dalam bermain maupun dalam melakukan kegiatan sehari-hari dapat berjalan secara optimal.[3] Sejarah [sunting sunting sumber] Ukuran tongkat [sunting sunting sumber] Teknik permainan [sunting sunting sumber] Aturan permainan [sunting sunting sumber] Prinsip permainan [sunting sunting sumber] Kesalahan dalam permainan [sunting sunting sumber] Rujukan [sunting sunting sumber] Lintasan Untuk Melakukan Lari Estafet Kombinasi Berjarak Titik Titik Meter Sejarah [sunting sunting sumber] Lari sambung dimulai dari bangsa Aztek, Inka, dan Maya bertujuan untuk meneruskan berita yang telah diketahui sejak lama. Di Yunani, estafet obor diselenggarakan dalam hubungannya dengan pemujaan leluhur dan untuk meneruskan api keramat ke jajahan-jajahan baru. Tradisi api olimpiade berasal dari tradisi Yunani tersebut. Lari estafet four x 100 meter dan 4 x 400 meter bagi pria dalam bentuk sekarang ini, pertama kali diselenggarakan pada olimpiade tahun 1992 di Stockholm. Estafet 4 x 100 meter bagi wanita sejak tahun 1928 menjadi nomor olimpiade dan 4 x 400 meter dilombakan sejak tahun 1972.[4] Ukuran tongkat [sunting sunting sumber] Tongkat estafet mempunyai ukuran khusus. Berdasarkan peraturan perlombaan tahun 2018-2019 dinyatakan bahwa tongkat estafet berbentuk tabung halus berongga, berpenampang lingkaran, terbuat dari kayu atau logam atau bahan lain yang sejenis. Ukuran tongkat mempunyai panjang 28-30 cm, diameter untuk dewasa 4 cm, bore untuk anak-anak 2 cm, dan beratnya tidak kurang dari 50 gram. Tongkat harus terlihat berwarna sehingga jelas dilihat selama lomba.[5] Teknik permainan [sunting sunting sumber] Teknik permainan dalam estafet adalah pelari pertama menggunakan awalan jongkok. Pelari kedua dan seterusnya menggunakan awalan melayang berdiri. Ketika ada aba-aba permainan dimulai, pelari pertama menuju pelari kedua dengan membawa tongkat, pelari kedua menuju pelari ketiga dan seterusnya.[vi] Untuk teknik pemberian tongkat dibagi menjadi tiga yaitu pemberian tongkat dari atas, pemberian tongkat dari bawah dan pemberian tongkat dengan cara didorong. Untuk teknik penerimaan tongkat dibagi menjadi dua yaitu teknik penerimaan tongkat dengan cara melihat dan penerimaan tongkat dengan cara tidak melihat.[7] Aturan permainan [sunting sunting sumber] Aturan permainan estafet setiap regu berlari pada lintasan masing-masing yang sudah ditentukan. Saat melakukan awalan, tongkat yang dipegang pelari pertama tidak boleh menyentuh tanah. Pemberian tongkat kepada pelari selanjutnya tidak boleh dilempar. Pengoperan tongkat dilakukan pada jarak 20 meter di wissel zone. Jika pengoperan dilakukan di luar zona tersebut akan didiskualifikasi. Penerima tongkat dibolehkan menunggu pada jarak ten meter sebelum zona tersebut. Jika tongkat jatuh maka tongkat harus diambil oleh pelari yang menjatuhkannya. Pelari pertama membawa tongkat degan menggunakan awalan jongkok. Tongkat diberikan kepada pelari selanjutnya, yaitu pelari kedua. Pelari kedua, ketiga, dan keempat menerima tongkat dengan menggunakan start melayang. Pelari kedua memberikan tongkat ke pelari ketiga, dan pelari ketiga memberikan tongkat ke pelari keempat. Selanjutnya, pelari keempat berlari membawa tongkat sampai ke garis akhir.[8] Prinsip permainan [sunting sunting sumber] Dalam estafet ada prinsip permainan yang harus dipatuhi oleh atlet seperti pengoperan atau pemberian tongkat lebih baik dilakukan secara bersilang, yaitu pelari satu dan tiga memegang tongkat dengan tangan kanan. Sementara, pelari dua dan empat menahan tongkat dengan tangan bagian kiri. Penempatan posisi pelari sebaiknya sesuai dengan kelebihan yang dimiliki oleh setiap pelari. Pelari yang mempunyai kemampuan baik dalam jalur tikung, sebaiknya ditempatkan di nomor satu dan tiga. Sedangkan, pelari yang memiliki kemampuan daya tahan harus diposisikan pada nomor dua dan empat. Jarak penantian para pelari dengan nomor dua, tiga, dan empat harus tepat sesuai dengan kebiasaan waktu latihan. Setelah pelari nomor satu, dua, dan tiga memberikan tongkat, jangan keluar dari lintasannya masing-masing sebelum pelari nomor empat sampai pada garis akhir. [9] Kesalahan dalam permainan [sunting sunting sumber] Biasanya para atlet estafet melakukan beberapa kesalahan permainan yang dapat merugikan tim yaitu, penerima tongkat belum siap menerima tongkat dan memulai terlalu dini atau terlambat. Hal ini disebabkan karena penerima tongkat tidak mengetahui tugasnya dengan pasti dan keliru memperkirakan kecepatan pemberi tongkat. Penerima tongkat berlari dengan tangan ke belakang, selama beberapa langkah sebelum menerima tongkat. Alasannya penerima tongkat tidak merasa pasti apakah akan menerima tongkat dan takut tidak menerima tongkat. Pelari menjatuhkan tongkat saat dioperkan. Alasannya pemberi tongkat mungkin tidak memegang 1/3 pangkal tongkat. Penerima tongkat tidak membuka telapak tangan dengan benar atau membiarkan tangan bergoyang sehingga menjadi target yang tidak tetap. Tangan yang menerima mungkin diulurkan terlalu tinggi atau terlalu rendah. Pemberi tongkat terlalu cepat mengulurkan tangan untuk mengoperkan tongkat dan merusak ritme lari. Karen pemberi tongkat merasa gelisah dan tidak pasti dimana tongkat akan dioperkan. Pemberi tongkat memperlambat langkahnya sebelum mengoperkan tongkat. Alasannya pemberi tongkat menghawatirkan pengoperan tongkat dan tidak pasti dimana tongkat yang akan dioperkan. Pelari mungkin memiliki ketahanan lari yang tidak memadai. Pelari menendang tumit penerima. Hal ini disebabkan karena pelari melupakan bagian litasan yang hams ditempuh. Penerima terlambat memulai lari. Pemberi meninggalkan lintasan segera setelah mengoperkan tongkat ke penerima tongkat. Hal ini disebabkan pengetahuan pelari tentang peraturan yang mengontrol lomba estafet kurang. Anggota tim yang terakhir, saat menerima tongkat, memindahkan tongkat ke tangan yang lain. Alasannya pelari tidak memahami tugas-tugas anggota terakhir dalam tim. Atau pelari terlalu semangat atau gelisah.[x] Rujukan [sunting sunting sumber] ^ Putri, Nina Hertiwi 2021-03-xi. “Lari Estafet Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar”. SehatQ . Diakses tanggal 2022-02-22. ^ Laudia, Tysara 2022-01-17. “Pengertian Lari Estafet adalah Olahraga Membawa Tongkat Bersambung, Simak Peraturannya”. . Diakses tanggal 2022-02-22. ^ Dwiningsih, Rurin; Aisyah, Aisyah; Ibrahim, Husain 2019-10-28. “Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Lari Estafet”. Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO dalam bahasa Inggris. ii iii 226. doi ISSN 2615-5664. ^ Suratmin 2021. Kepelatihan Atletik Jalan dan Lari – Rajawali Pers. Depok PT. Raja Grafindo Persada. hlm. 47. ISBN 978-602-425-348-6. ^ Nopiyanto, Yahya Eko; Raibowo, Septian 2020. Dasar-dasar Atletik. Bengkulu El Markazi. hlm. 54. ISBN 978-623-6584-44-vi. ^ Sari, Bibit Retno; Sinaga, Santa Idayana 2020. “PENGARUH BERMAIN LARI ESTAFET TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK B USIA 5-6 TAHUN TK YASPA PALEMBANG”. PERNIK Jurnal PAUD. iii 2 182. doi ISSN 2622-5174. ^ Lengkana, Anggi Setia 2015. Belajar & Berlatih Atletik. Bandung CV Salam Insan Mulia. hlm. 43. ISBN 978-602-74162-five-three. ^ Nelistya, Anne 2019. MENJADI PEMAIN ATLETIK YANG TANGGUH. Bandung Be Champion. hlm. 29. ISBN 978-602-8884-07-5. ^ Maarif, Syamsul Dwi 2021-11-01. “Apa Itu Lari Estafet? Berapa Ukuran Tongkat Lari Sambung?”. . Diakses tanggal 2022-02-22. ^ Muhtar, Tatang; Irawati, Riana 2020. Atletik. Sumedang UPI Sumedang Printing. hlm. 42. ISBN 978-602-6438-91-1. - Lari estafet atau lari sambung merupakan salah satu kategori lari dalam cabang olahraga atletik selain lari jarak pendek, lari jarak menengah, dan lari gawang. Dikutip dari Encyclopaedia Britannica, lari estafet adalah suatu perlombaan lari yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting oleh satu estafet mempunyai teknik tersendiri jika dibandingkan dengan teknik kategori lari yang lain. Terdapat beberapa teknik yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam lari estafet. Baca juga Hal yang Membuat Peserta Lari Estafet Didiskualifikasi Sebutkan teknik dasar lari estafet. Dikutip dari beberapa buku olahraga atletik, terdapat sejumlah teknik dasar lari estafet, yaitu awalan start, memberi tongkat, menerima tongkat, dan memasuki garis Teknik awalan start Teknik start dalam lari estafet dipisahkan ke dalam dua bagian yakni start jongkok dan melayang oleh pelari yang berbeda. Start jongkok dilakukan pelari pertama dalam setiap regu, sedangkan penerima tongkat berikutnya hingga anggota regu terakhir melakukan start melayang. 2. Teknik memberi tongkat Dikutip dari buku Dasar-dasar Atletik, pemberian tongkat sebaiknya bersilang, yaitu perlari pertama dan ketiga memegang tongkat pada tangan kanan, sedangkan pelari kedua dan keempat menerima tongkat dengan tangan kiri. Terdapat dua teknik dalam memberikan tongkat estafet, yaitu teknik memberikan tongkat dari bawah, dan teknik memberikan tongkat dari atas. Baca juga Nomor-nomor Lari Estafet 3. Teknik menerima tongkat Terdapat dua tenik dalam memberikan tongkat estafet, yaitu teknik menerima tongkat dengan melihat visual, dan teknik menerima tongkat tanpa melihat non visual. 4. Teknik finis Teknik finis lari estafet menekankan pada posisi tubuh untuk lebih condong ke depan tanpa mengurangi laju lari sebelum berada pada jarak sekitar satu meter dari garis finis. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Lari Estafet Sumber UnsplashCara melakukan lari sambung atau estafet untuk pemula cukup mudah. Lari estafet merupakan salah satu jenis lomba lari dalam cabang olahraga atletik yang dimainkan bersama tim secara setiap tim lari, biasanya terdapat empat orang pelari yang masing-masing memegang peran sebagai pelari pertama, pelari kedua, pelari ketiga, dan pelari pelari harus memindahkan tongkat atau baton dari pelari pertama hingga terakhir sampai mencapai garis lari estafet yang paling umum dan sering dilombakan di lintasan adalah sepanjang 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter. Dalam perlombaan lari estafet, setiap pelari harus menyerahkan tongkat ke pelari berikutnya dengan waktu estafet atau sambung membutuhkan kerja sama antar pelari dalam satu tim. Selain itu, dibutuhkan kecepatan, konsentrasi, dan ketangguhan yang tinggi saat lari artikel ini, Info Sport akan jelaskan cara melakukan lari sambung atau estafet. Simak penjelasannya di bawah Melakukan Lari Sambung atau EstafetIlustrasi Lari Estafet sumber PixabayTeknik dasar estafet dilakukan secara berkelompok sebanyak empat orang. Kemudian, dilakukan dengan cara lari sambung atau estafet. Berikut ini adalah langkah-langkahnyaPara pelari menempatkan diri pada posisinya masing-masing dengan susunan pelari pertama pada garis start, pelari kedua pada jarak 100 meter dari pelari pertama, pelari ketiga pada jarak 100 meter dari pelari kedua, dan pelari keempat pada jarak 100 meter pada pelari pertama harus melakukan start jongkok pada aba-aba bersedia, posisi jongkok dengan kaki di belakang garis start. Lalu, kedua tangan di samping tubuh menempel tanah. Pada aba-aba siap, pinggul diangkat. Kemudian, saat aba-aba 'Ya' atau suara tembakan pistol, berlarilah ke depan secepat mungkin menuju pelari kedua melakukan dengan start berdiri. Kemudian, bersiap menerima tongkat estafet dari pelari pertama dengan cara menjulurkan tangan ke belakang. Lalu, berlarilah secepat mungkin menuju pelari ketiga melakukan lari dengan start berdiri. Lalu, berlari menuju pelari keempat juga dilakukan dengan start berdiri, lalu menerima tongkat tanpa melihat ke belakang. Setelah itu, berlarilah sampai melewati garis Lari Sambung atau EstafetLari Estafet Sumber PixabaySetiap tim atau peserta dalam lari estafet wajib mematuhi peraturan yang telah ditetapkan, mulai dari titik start, pergantian tongkat, jarak, dan yang digunakan pelari pertama merupakan start jongkok. Sedangkan untuk pelari kedua, ketiga, dan keempat merupakan start lari estafet khusus jarak 4 x 100 meter, pergantian tongkat dilakukan dengan jarak 20 meter dan lebar 1,2 diperbolehkan untuk mengambil tongkat estafet yang terjatuh saat pergantian. Peraturan ini hanya berlaku untuk jarak lari 4 x 400 meter. Meskipun diperbolehkan untuk diambil, tongkat yang terjatuh akan berpotensi membuat tim kalah dalam lari estafet. Bahkan, hal ini bisa membuat tim didiskualifikasi. Maka dari itu, pastikan setiap pelari membawa tongkat dengan benar dan jangan sampai tongkat yang digunakan dalam lari estafet adalah panjang dan diameter yang berbeda, tergantung apakah peserta lari anak-anak atau orang dewasa. Sementara untuk orang dewasa, tongkat estafet yang digunakan memiliki panjang 30 cm dan diameter 4 cm. Untuk anak-anak, memiliki diameter 2 cm dengan berat 50 dan cara melakukan lari sambung atau estafet di atas wajib diikuti oleh setiap peserta lari. Jika tidak diikuti, peserta dapat didiskualifikasi. Web server is down Error code 521 2023-06-15 150726 UTC What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d7bb8ff68f60109 • Your IP • Performance & security by Cloudflare Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Pemenang medali emas estafet pada World Orienteering Championship 2008 Estafet atau balapan estafet adalah salah satu cabang olahraga lari dalam kategori atletik yang dilakukan secara beregu dan setiap pelari harus menempuh jarak yang telah ditentukan sebelum memberikan tongkat penyambung ke teman satu tim yang berada di depannya. Proses ini harus diulang beberapa kali hingga sampai pada pelari terakhir untuk secepat mungkin mencapai garis akhir perlombaan.[1] Setiap regu otomatis akan didiskualifikasi apabila salah satu pelari kehilangan tongkat estafet dan menghalangi perpindahan tongkat regu lain saat berlari menuju garis akhir. Regu masih memiliki kesempatan apabila menjatuhkan tongkat dan masih bisa menyerahkannya kembali kepada pelari lain di depannya.[2] Selain kepentingan prestasi atlet, lari sambung juga memiliki tujuan yang baik untuk anak usia dini antara lain untuk melatih ketangkasan, melatih meningkatkan koordinasi, melatih kecepatan, melatih sikap kerja sama, melatih kelincahan. Dengan demikian bermain estafet apabila dikembangkan sangat memiliki banyak manfaat untuk anak-anak baik dalam menjalankan aktivitas belajar dalam bermain maupun dalam melakukan kegiatan sehari-hari dapat berjalan secara optimal.[3] Sejarah [sunting sunting sumber] Ukuran tongkat [sunting sunting sumber] Teknik permainan [sunting sunting sumber] Aturan permainan [sunting sunting sumber] Prinsip permainan [sunting sunting sumber] Kesalahan dalam permainan [sunting sunting sumber] Rujukan [sunting sunting sumber] Lintasan Untuk Melakukan Lari Estafet Kombinasi Berjarak Titik Titik Meter Sejarah [sunting sunting sumber] Lari sambung dimulai dari bangsa Aztek, Inka, dan Maya bertujuan untuk meneruskan berita yang telah diketahui sejak lama. Di Yunani, estafet obor diselenggarakan dalam hubungannya dengan pemujaan leluhur dan untuk meneruskan api keramat ke jajahan-jajahan baru. Tradisi api olimpiade berasal dari tradisi Yunani tersebut. Lari estafet 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter bagi pria dalam bentuk sekarang ini, pertama kali diselenggarakan pada olimpiade tahun 1992 di Stockholm. Estafet 4 x 100 meter bagi wanita sejak tahun 1928 menjadi nomor olimpiade dan 4 x 400 meter dilombakan sejak tahun 1972.[4] Ukuran tongkat [sunting sunting sumber] Tongkat estafet mempunyai ukuran khusus. Berdasarkan peraturan perlombaan tahun 2018-2019 dinyatakan bahwa tongkat estafet berbentuk tabung halus berongga, berpenampang lingkaran, terbuat dari kayu atau logam atau bahan lain yang sejenis. Ukuran tongkat mempunyai panjang 28-30 cm, diameter untuk dewasa 4 cm, diameter untuk anak-anak 2 cm, dan beratnya tidak kurang dari 50 gram. Tongkat harus terlihat berwarna sehingga jelas dilihat selama lomba.[5] Teknik permainan [sunting sunting sumber] Teknik permainan dalam estafet adalah pelari pertama menggunakan awalan jongkok. Pelari kedua dan seterusnya menggunakan awalan melayang berdiri. Ketika ada aba-aba permainan dimulai, pelari pertama menuju pelari kedua dengan membawa tongkat, pelari kedua menuju pelari ketiga dan seterusnya.[6] Untuk teknik pemberian tongkat dibagi menjadi tiga yaitu pemberian tongkat dari atas, pemberian tongkat dari bawah dan pemberian tongkat dengan cara didorong. Untuk teknik penerimaan tongkat dibagi menjadi dua yaitu teknik penerimaan tongkat dengan cara melihat dan penerimaan tongkat dengan cara tidak melihat.[7] Aturan permainan [sunting sunting sumber] Aturan permainan estafet setiap regu berlari pada lintasan masing-masing yang sudah ditentukan. Saat melakukan awalan, tongkat yang dipegang pelari pertama tidak boleh menyentuh tanah. Pemberian tongkat kepada pelari selanjutnya tidak boleh dilempar. Pengoperan tongkat dilakukan pada jarak 20 meter di wissel zone. Jika pengoperan dilakukan di luar zona tersebut akan didiskualifikasi. Penerima tongkat dibolehkan menunggu pada jarak 10 meter sebelum zona tersebut. Jika tongkat jatuh maka tongkat harus diambil oleh pelari yang menjatuhkannya. Pelari pertama membawa tongkat degan menggunakan awalan jongkok. Tongkat diberikan kepada pelari selanjutnya, yaitu pelari kedua. Pelari kedua, ketiga, dan keempat menerima tongkat dengan menggunakan start melayang. Pelari kedua memberikan tongkat ke pelari ketiga, dan pelari ketiga memberikan tongkat ke pelari keempat. Selanjutnya, pelari keempat berlari membawa tongkat sampai ke garis akhir.[8] Prinsip permainan [sunting sunting sumber] Dalam estafet ada prinsip permainan yang harus dipatuhi oleh atlet seperti pengoperan atau pemberian tongkat lebih baik dilakukan secara bersilang, yaitu pelari satu dan tiga memegang tongkat dengan tangan kanan. Sementara, pelari dua dan empat menahan tongkat dengan tangan bagian kiri. Penempatan posisi pelari sebaiknya sesuai dengan kelebihan yang dimiliki oleh setiap pelari. Pelari yang mempunyai kemampuan baik dalam jalur tikung, sebaiknya ditempatkan di nomor satu dan tiga. Sedangkan, pelari yang memiliki kemampuan daya tahan harus diposisikan pada nomor dua dan empat. Jarak penantian para pelari dengan nomor dua, tiga, dan empat harus tepat sesuai dengan kebiasaan waktu latihan. Setelah pelari nomor satu, dua, dan tiga memberikan tongkat, jangan keluar dari lintasannya masing-masing sebelum pelari nomor empat sampai pada garis akhir. [9] Kesalahan dalam permainan [sunting sunting sumber] Biasanya para atlet estafet melakukan beberapa kesalahan permainan yang dapat merugikan tim yaitu, penerima tongkat belum siap menerima tongkat dan memulai terlalu dini atau terlambat. Hal ini disebabkan karena penerima tongkat tidak mengetahui tugasnya dengan pasti dan keliru memperkirakan kecepatan pemberi tongkat. Penerima tongkat berlari dengan tangan ke belakang, selama beberapa langkah sebelum menerima tongkat. Alasannya penerima tongkat tidak merasa pasti apakah akan menerima tongkat dan takut tidak menerima tongkat. Pelari menjatuhkan tongkat saat dioperkan. Alasannya pemberi tongkat mungkin tidak memegang 1/3 pangkal tongkat. Penerima tongkat tidak membuka telapak tangan dengan benar atau membiarkan tangan bergoyang sehingga menjadi target yang tidak tetap. Tangan yang menerima mungkin diulurkan terlalu tinggi atau terlalu rendah. Pemberi tongkat terlalu cepat mengulurkan tangan untuk mengoperkan tongkat dan merusak ritme lari. Karen pemberi tongkat merasa gelisah dan tidak pasti dimana tongkat akan dioperkan. Pemberi tongkat memperlambat langkahnya sebelum mengoperkan tongkat. Alasannya pemberi tongkat menghawatirkan pengoperan tongkat dan tidak pasti dimana tongkat yang akan dioperkan. Pelari mungkin memiliki ketahanan lari yang tidak memadai. Pelari menendang tumit penerima. Hal ini disebabkan karena pelari melupakan bagian litasan yang hams ditempuh. Penerima terlambat memulai lari. Pemberi meninggalkan lintasan segera setelah mengoperkan tongkat ke penerima tongkat. Hal ini disebabkan pengetahuan pelari tentang peraturan yang mengontrol lomba estafet kurang. Anggota tim yang terakhir, saat menerima tongkat, memindahkan tongkat ke tangan yang lain. Alasannya pelari tidak memahami tugas-tugas anggota terakhir dalam tim. Atau pelari terlalu semangat atau gelisah.[10] Rujukan [sunting sunting sumber] ^ Putri, Nina Hertiwi 2021-03-11. “Lari Estafet Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar”. SehatQ . Diakses tanggal 2022-02-22 . ^ Laudia, Tysara 2022-01-17. “Pengertian Lari Estafet adalah Olahraga Membawa Tongkat Bersambung, Simak Peraturannya”. . Diakses tanggal 2022-02-22 . ^ Dwiningsih, Rurin; Aisyah, Aisyah; Ibrahim, Husain 2019-10-28. “Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Lari Estafet”. Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO dalam bahasa Inggris. 2 3 226. doi ISSN 2615-5664. ^ Suratmin 2021. Kepelatihan Atletik Jalan dan Lari – Rajawali Pers. Depok PT. Raja Grafindo Persada. hlm. 47. ISBN 978-602-425-348-6. ^ Nopiyanto, Yahya Eko; Raibowo, Septian 2020. Dasar-dasar Atletik. Bengkulu El Markazi. hlm. 54. ISBN 978-623-6584-44-6. ^ Sari, Bibit Retno; Sinaga, Santa Idayana 2020. “PENGARUH BERMAIN LARI ESTAFET TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK B USIA 5-6 TAHUN TK YASPA PALEMBANG”. PERNIK Jurnal PAUD. 3 2 182. doi ISSN 2622-5174. ^ Lengkana, Anggi Setia 2015. Belajar & Berlatih Atletik. Bandung CV Salam Insan Mulia. hlm. 43. ISBN 978-602-74162-5-3. ^ Nelistya, Anne 2019. MENJADI PEMAIN ATLETIK YANG TANGGUH. Bandung Be Champion. hlm. 29. ISBN 978-602-8884-07-5. ^ Maarif, Syamsul Dwi 2021-11-01. “Apa Itu Lari Estafet? Berapa Ukuran Tongkat Lari Sambung?”. . Diakses tanggal 2022-02-22 . ^ Muhtar, Tatang; Irawati, Riana 2020. Atletik. Sumedang UPI Sumedang Press. hlm. 42. ISBN 978-602-6438-91-1.

lintasan untuk melakukan lari estafet kombinasi berjarak titik titik meter